| Beberapa Penyebab Biduran dan Cara Mengobatinya
Biduran adalah penyakit kulit yang
ditandai dengan bentol-bentol, ruam dan terasa sangat gatal. Masalah kesehatan
yang dikenal dengan istilah medis urtikaria ini ada yang bersifat akut atau
hanya terjadi sesaat, kronis atau berkepanjangan, serta kambuhan. Gejala
biduran bisa berlangsung dalam hitungan menit sampai seharian. Berikut ini
beberapa penyebab biduran dan cara mengobatinya : - Alergen yang menguar di udara
Dilansir dari Cleveland Clinic, zat pemicu alergi (alergen) yang menyebar di
udara seperti debu, serbuk sari, spora jamur, atau bulu binatang bisa
menyebabkan biduran.
- Alergi makanan tertentu seperti
kacang, telur, ikan, kerang, makanan laut, atau susu juga bisa menyebabkan
biduran.
- Biang alergi lainnya Biduran yang
sifatnya meluas bisa disebabkan alergi lateks atau detergen yang digunakan
untuk mencuci pakaian.
- Gigitan serangga.Tubuh juga bisa
biduran setelah digigit atau disengat lebah, tawon, dan serangga lainnya
- Infeksi bakteri .Bakteri biang
infeksi radang tenggorokan, infeksi saluran kencing, abses gigi, dan sinusitis
bisa menyebabkan biduran. Infeksi virus Virus flu, mononukleosis, virus biang
infeksi saluran pernapasan atas, hepatitis, dan monovirus bisa memicu biduran
Cara mengobati masalah kulit ini perlu disesuaikan akar
penyebab biduran. Berikut beberapa cara untuk mengobati biduran : - Kompres dingin bagian tubuh yang
biduran. Caranya, tempelkan handuk kecil atau waslap yang sudah diisi es batu.
Hindari kompres dingin apabila penyebab biduran karena alergi dingin
- Mandi dengan air hangat yang sudah
dicampur oatmeal koloid atau soda kue untuk mengurangi rasa gatal. Bahan-bahan
ini bisa membantu menghilangkan gatal di kulit
- Sebisa mungkin, hindari segala hal
yang potensial memicu alergi dan biduran kambuh.
- Cara mengobati biduran juga dapat
menggunakan krim atau losion obat biduran yang dijual di apotek dan tokok obat.
- Gunakan produk perawatan kulit yang
lembut untuk mencegah biduran semakin parah.
- Atur kondisi tubuh jangan terlalu
kepanasan atau kedinginan. Hindari terlalu lama di bawah paparan sinar matahari
langsung di saat panas menyengat.
Sumber : Kompas.com |