Universitas Putera Batam Mengadakan Seminar Internasional Financial Reporting Standard (IFRS)


Universitas Putera Batam Mengadakan Seminar Internasional Financial Reporting Standard (IFRS) yang diadakan sabtu, 22 Oktober 2016 dimulai pada pukul 13.30 Aula M Tembesi Universitas Putera Batam.

Pembicara dalam seminar tersebut adalah Bapak Baru Harahap, S.E., M.Ak. dan Bapak Mortigor Afrizal Purba, S.E., M.Ak. dan dipandu oleh MC. Ibu Dian Lestari Siregar,S.E., M.S. serta diikuti oleh 480 orang mahasiswa dan dosen yang sebagian besar dari Fakultas Ekonomi.

IFRS merupakan Standar Akuntansi Internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu: Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).

Sudah saatnya diwajibkan bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk menggunakan IFRS. Oleh karena itu Dewan Pengurus Nasional IAI bersama-sama dengan Dewan Konsultatif SAK dan Dewan SAK  telah merencanakan  mulai 2012 akan menerapkan Standar Akuntansi yang mendekati konversi penuh kepada IFRS. Dari penjelasan di atas, maka kebutuhan Indonesia untuk turut serta melakukan program konversi tampaknya sudah menjadi keharusan jika kita tidak ingin tertinggal. Sehingga, dalam perkembangan penyusunan Standar Akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyusunan Standar Akuntansi Internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Standar akuntansi keuangan nasional saat ini sedang dalam proses secara bertahap menuju konverjensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards yang dikeluarkan oleh IASB. Indonesia harus mengadopsi standar akuntansi internasional (International Accounting Standard/IAS) untuk memudahkan perusahaan asing yang akan menjual saham di negara ini atau sebaliknya. Namun demikian, untuk mengadopsi standar internasional itu bukan perkara mudah karena memerlukan pemahaman dan biaya sosialisasi yang mahal.

Tujuan Seminar IFRS adalah memastikan bahwa laporan keungan interim perusahaan untuk periode-periode yang dimaksukan dalam laporan keuangan tahunan, mengandung informasi berkualitas tinggi yang mencakup:

  1. Transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan,
  2. Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS,
  3. Dapat dihasilkan dengan biaya yang tidak melebihi manfaat untuk para pengguna.

Dari hasil materi seminar tersebut beberapa mahasiswa melakukan pertanyaan untuk menggali maanfaat IFRS dalam pelaporan keuangan. Seminar tersebut diakhiri dengan foto bersama dengan mahasiswa. (HBN) 

Kerja Sama